Investasi Forex, Apakah Halal atau Haram?

Investasi Forex, Apakah Halal atau Haram?

Investasi forex adalah investasi dengan cara membeli dan menjual mata uang, yang dilakukan oleh pedagang (sebutan untuk orang yang melakukan aktivitas perdagangan). Saat ini perkembangan perdagangan forex semakin meningkat dan tidak hanya para pedagang yang melakukan aktivitas perdagangan forex. Asal tahu cara dan teknik trading yang benar, bahkan orang biasa yang bisa melakukannya pun bisa disebut trader.

Perkembangan teknologi internet yang berkembang saat ini juga mempengaruhi tingkat perdagangan forex yang semakin menjamur, tanpa memandang usia, kasta, ras atau golongan, siapapun bisa melakukannya. Namun yang menjadi perbincangan di mata masyarakat saat ini adalah apakah kegiatan jual beli mata uang atau jual beli itu halal menurut agama Islam, halal atau haram?

Investasi Forex, Halal atau Haram?

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka dan Komoditas, transaksi valuta asing (forex) adalah sah dan termasuk dalam perdagangan komoditas atau sistem perdagangan alternatif (SPA), dan badan hukum di Indonesia adalah Bappebti. Dimana badan hukum tersebut bertugas untuk mempromosikan, mengatur dan mengawasi penerbitan komoditi berjangka, pasar lelang dan sistem resi gudang. Dari segi badan hukum di Indonesia sudah jelas namun bagi masyarakat sendiri masih banyak yang menganggap kegiatan trading forex ini ilegal.

Aktivitas investasi forex ini bisa dikatakan halal tetapi bisa juga haram. Coba kita lihat lagi, perdagangan forex ini bisa dikatakan haram jika mengandung unsur perjudian, tebak-tebakan tanpa mempertimbangkan analisa, indikator dan grafik apapun untuk perhitungan yang jelas. Entah mendapatkan bunga atau bisa juga disebut bunga, jika para pelaku perdagangan ini menggunakan uang dari bunga, prinsipnya sama dengan bunga dari bank, dan mereka ingin terus mendapatkan penghasilan tambahan dari bunga.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas trading forex ini bisa menjadi haram jika memiliki niat buruk dalam pelaksanaannya, seperti ingin mendapatkan banyak bunga. Semuanya masih tergantung niat masing-masing. Jika perdagangan dilakukan karena merupakan bagian dari pekerjaannya dan tidak berpikir untuk menimbun kekayaan, tetapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, boleh saja.

Karena semuanya kembali pada prinsipnya masing-masing, jika seseorang telah terjun ke dunia forex trading, tentunya mereka beranggapan bahwa investasi forex ini bisa haram dan atau bisa juga disebut halal tergantung dari niatnya.